Amnesty International Indonesia hari ini mengutuk sekeras-kerasnya peledakan bom pada 13 Mei di tiga area gereja di Surabaya, Jawa Timur. Paling tidak 10 orang tewas dan lebih dari 41 orang telah mengalami luka-luka dalam ledakan hari Minggu tersebut.

 

Pembunuhan secara sengaja terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak tidak pernah dapat dibenarkan, apalagi menargetkan orang-orang yang sedang menjalani hidup mereka sehari-hari, hal ini menunjukkan penghinaan penuh atas prinsip paling fundamental dari hak-hak asasi manusia.

 

Mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan dalam persidangan yang memenuhi standar internasional tentang keadilan dan tidak berakhir dengan penerapan hukuman mati.

 

Peledakan bom, pada Minggu, 13 Mei ini telah menyerang beberapa bagian dari gereja, yang terletak di tengah kota. Sejumlah kendaraan seperti motor, mobil, dan area lainnya juga mengalami kerusakan.

 

Meski pun tidak ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab untuk serangan bom terhadap warga sipil tersebut, serangan-serangan ini jelas merupakan sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum nasional dan melanggar Hak Asasi Manusia untuk hidup, hak untuk berpikir, berkeyakinan dan beragama. Pihak berwenang Indonesia wajib untuk segera menjalankan investigasi yang imparsial dan semaksimal mungkin dalam rangka membawa mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan, sambil memastikan bahwa respon tersebut sesuai dengan kewajiban Indonesia di bawah hukum Hak Asasi Manusia internasional.

 

Jakarta, 13 Mei 2018

 

 

Usman Hamid

Direktur Eksekutif, Amnesty International Indonesia